Syah?? Syaaaaaah
Penghulu KUA menyatakan syah
Rasanya....smua tak berasa, saking gak percaya. Badan q bergetar, jantungku tak berirama, napas tiba2 sesak, pandangan kabur. Bukan bukan saya bukan mau pingsan, saya sedang berusaha keras untuk menahan tangis yg hampir pecah sejadi2nya. Gak lucu kaaaan kalo pengantin wanita nangis meraung2...dikiranya kayak siti nurbaya. Padahal aslinya sih pengen banget nangis gulung2. Akhirnya saya punya imam. Punya teman hidup. Punya pelindung yg merupakan perpanjangan tangan dr Alloh utk melindungiku, menggantikan peran bapak ibuk yg udah 25 tahun 6 bulan menjagaku. Akhirnya aku punya partner berbagi, curhat, dan menumpahkan segala rasa selain ibuk. Akhirnya....
Saking terhanyut dalam derai air mata yg tertahan, sambil menggigit bibir dalam2 menahan segala luapan emosi yg ada, tak terasa semua yg ada di masjid jami' Al-Muttaqun dipersilahkan berdiri termasuk saya dan suami (cieee yg udah bersuami). Tiba2....eh eh saya gak punya kaki duh duh duh....ckckckc.....ternyata br sadar kl kaki kesemutan sampek gak krasa sama skali...."baal". Deg...deg...seketika itu juga panik karena gak bs berdiri. Parahnya gak ada yg sadar si pengantin wanita kagak bs berdiri. Wakakakak...mungkin faktanya saya kurang menarik...atau mungkin saya harus kasih pengumuman atau triak2 biar smua pada "ngeh". Akhirnya ibuk yg tau aq kesakitan gak bs berdiri. Huffffttt hari bahagia kok ya ada aja halangannya (bukan ngeluh...tapi malah geli). Hahahaha
You know what?? The point is untuk pertama kalinya saya minta bantuan suami untuk dipapah dan dituntun jalan. Cieee modus. Enggaaaaak ini bukan modus tapi memang maunya. Wahahaha
Dan kesemutan akut itu ketika d paksa berdiri hasilnya adalah keseleo. Woilaaaaa kaki saya bengkak segede kaki gajah. Bagus. Sempurna. Pengantin wanita pincang. Keluar dr masjid dg tangga yang mirip tangga menuju tembok besar china itu, kaki pincang senut2 harus foto2 pula. Foto kan harus senyum....tantangan yg bgitu wow. Gak tau deh foto ku senyumnya terpaksa ato kayak gimana nanti jadinya...saat itu sebodo amat. Penderitaan tak slesai sampe disitu, menyadari bahwasanya heels yg kupakai ketika keluar masjid adalah 10cm. Bagi wanita2 normal pada umumnya pasti 10cm bukan hal baru dan wow. Tp bagi saya yg semacam wanita jadi2an, yg kalo kerja bawanya ransel dan sepatunya flat shoes sepanjang hayat, 10 cm itu semacam pake egrang. Fiiiuuuuh sapa suruh gaya2an pake heels sgala. Wahahaha saya brasa lebih hebat drpd pemain bola manapun pada saat itu. Kok bisa??? Mana ada pemain bola yg ketika engkelnya cidera malah pake heels??? -_-
Hmmmm ketika ibu bapak, ibu bapak mertua, adek ipar, tante2, budhe2 smua pada nangis terharu, disitulah saya nangis terharu juga siiih tp plus pengen jerit krn sakiiiiiit. Eh tapi sakitnya cm sementara aja. Habis itu udh gak krasa. ALLOH baik bangeeeeeet. Buktinya sampek selesai acara resepsi di gedung auditorium PG.GONDANG saya gak pingsan, malah kata smua org muka saya bahagia nya kebangetan...sampe2 smua pada bilang gak pernah liat pengantin yg bahagianya se lebay aku. Wahahaha nyatanya saya saat itu adalah wanita terbahagia didunia. Sungguh
Ssssssttttt meski bengkak engkelnya udah mati rasa....tp bengkaknya aweeeet bgt...jd aq tetep pura2 mringis didepan suami, biar dipijitin, diurut dan yg pasti di tayang tayang. Wakakaka
Hikmah punya suami guru olahraga adalah, bisa mijit dan urut. Ternyata ada mata kuliahnya jaman kuliah. Sungguh Alloh Maha Pemurah dan Penyayang.
Sekian
*sesi insiden ke 4 selama acara pernikahan kami
Arina Manasikana
Sabtu, 06 Juni 2015
Pertama kali
Rabu, 31 Desember 2014
Surat utk suamiku
Assalamualaykum pangeran surga ku
Aku bertemu dg mu karena ALLAH....menikah denganmu karena ALLAH.... hidup bersamamu sampai akhir hayatku pun karena ALLAH.
Meski tiap saat aku mengucapkan kata cinta padamu, itu masih tak cukup utk mengungkapkan smuanya. Rasa sayangku, rasa cintaku, pengabdianku padamu.
Sayangku, kau sempurna sebagai suami. Kau melaksanakan smua kewajibanmu dg sempurna
Kau menjadi imam disetiap detik rumah tangga kita
Kau menyayangiku, mengasihiku, melayaniku hingga aku mampu merasakan indahnya surga dunia.
Hanya satu hal yg masih mengusik mimpiku, meresahkan hidupku. Kebiasaanmu merokok. Sungguh sayangku, jangan kau biasakan dirimu menghisab racun itu. Aku ingin kau hidup lebih lama. Bersamaku, bersama anak2 dan cucu2 kita. Berhentilah tak hanya demi dirimu, tp demi aku dan keluarga kita. Tak maukah kau menggendong anak2 kita, melihat mereka tumbuh. Tak maukah kau menua bersamaku??
Sungguh aku ingin kau sehat selalu. Maka hentikanlah kebiasaanmu itu, tak hanya d depanku namun juga d depan Allah. Meskipun aq tak melihat, Allah ada dimana2, melihat smua perbuatanmu.
Aku sangat menyayangimu hingga tak mampu membayangkan betapa berat hidup tanpamu...betapa aku ingin mendampingimu hingga nanti.
Semoga kau mengerti sayangku
Salam cintaku untuk suamiku...sigaring nyowo
Sabtu, 27 Desember 2014
Hargailah wanitamu
Kau takkan pernah tau berapa lamau kalian akan bersama2.
Tau kah kau bila wanita tercipta sebagai tulang rusuk??
Yang bila kau paksa meluruskannya ia akan patah
Namun apabila kau biarkan saja maka ia akan tetap bengkok
Kau harusnya tau itu
Jangan biarkan ia menangis
Kalaupun ia harus menangis seharusnya itu bukan karnamu
Peluklah ia karena hanya itu yg ia butuhkan
Rabu, 24 Desember 2014
Butuh pengakuankah?
Okey akan saya ceritakan tentang pengalaman saya bersama dengan teman kerja yg rada aneh.
Bgini critanya. Dia cantik, pinter, dan boleh dibilang menawan. Hampir smua teman laki2 bahkan perempuan menyukainya. Termasuk saya pada awalnya. Apa?? Pada awalnya?? Berarti skrg tidak??
Ya sekarang TIDAK. Mmm lebih tepatnya saya merasa tidak nyaman. Kenapa?? Banyak hal yg saya rasa tdk cocok dg saya. Misalnya saja hubungannya dengan para lelaki di kantor terlalu berlebihan dan membuat saya risih. Ada kontak fisik antara lelaki dan perempuan yg berlebihan bagi hubungan pertemanan. Saya tdk bilang dia selingkuh, tp hanya berlebihan saja dalam berekspresi. Dan pada kenyataannya sang suami pun cemburu dan berakhir dg minggat sampai pada saat ini sih sudah lebih dr 3 bulan. Hmmm brarti bukan krn saya yg berlebihan menilai..ternyata suaminya pun punya penilaian yg sama. Terlepas apapun masalah mreka sbenarnya.
Lalu saya merasa ada keanehan ketika dia mengambil alih hampir beberapa pkerjaan saya. Apa2an ini? Kami kan teman. Hah teman?? Apakah masih bisa dibilang teman bila sperti ini jadinya??
Entahlah
Saya merasa tak mengerti
Apakah saya iri??
Hmmm mungkin
Atau apakah saya cemburu??
Mungkin juga
Tapi yg pasti saya rasa saya harus menjaga jarak dg nya
Bukan agar ini itu
Tapi agar hati saya tak lagi terluka akan smua perbuatannya
Saya harus melakukan "penyelamatan diri"
Cukup sampai disini
Senin, 29 September 2014
Wanita bekerja
Bagi lelaki belum menikah, melihat perempuan mandiri, yang mampu melakukan hal2 kecil hingga hal besar seorang diri mungkin itu terlihat mempesona. Melihat seorang wanita yg cerdas, mampu memimpin sebuah kegiatan, memberi ide2 cemerlang dan sukses di dalam karir dan pendidikan mungkin akan merasa betapa beruntung laki2 yg bisa memilikinya.
Tapi ternyata semua itu akan sirna ketika berada dalam sebuah ikatan pernikahan. Sudah ditakdirkan seorang laki2 itu dominan, memimpin, meletakkan dirinya jauh diatas wanita.
Sering saya katakan, betapapun hebatnya seorang wanita diluar sana, secemerlang apapun kariernya, ketika berada dirumah, ia tetap harus menjadi makmum lelaki. Menjadi pengikut. Ini memperlihatkan bahwa apapun yg tengah kau genggam sekarang meskipun itu emas dan berlian, lepaskanlah...letakkanlah ketika kau berada dirumah. Peganglah alat masak..genggamlah sapu.
Begitulah menurut saya bahwa perempuan bekerja tetaplah seorang istri yg harus patuh pada suami. Setinggi apapun jabatannya, ia tetaplah bawahan bagi suaminya
Namun tentunya hal ini tdk menjadikan seorang laki2 otoriter dan semena mena memperlakukan wanitanya.
Apabila ia benar mencintaimu, ia akan meletakkan harga dirinya untuk memakaikan sepatumu, ia akan membungkuk menghargaimu, ia akan memelukmu mesra meski kau marah2 dan ngomel.
Jumat, 04 Juli 2014
menanti dua garis di TestPack
Telat sehari...dua hari...10 hari..12 hari. Oke bolehkan aku berharap bahwa aku hamil??
Tanda-tanda kehamilan lainpun aku rasakan, seperti mual, tak napsu makan, perut membuncit, pusing sampe sakit 3 hari. Badan rasanya gak karuan. Semua kujalani dengan ikhlas tanpa nggrundel apalagi ngomel. Tiap menit aku cek celana dalam apakah ada darah keluar. Oke semua lancar. Mama mertua heboh karena 2 minggu tak bisa makan karena mual. Beliau bertanya padaku apakah aku telat. Dengan enteng kujawab "iya". Oke kehebohan pun makin parah. Aku gak boleh ngapa-ngapain. Suruh cek ini itu di SPOG. Mengingat dan menimbang 2 bulan lalu berturut-turut aku semangat ke SPOG saat telat seminggu. Hasilnya?? Cukup membuatku gak minat ngapa-ngapain karena USG nya gak kliatan apa-apa. Maka males banget kalo suruh ke dokter. Aku janji ke dokter stelah telat 2 minggu. Dan tibalah dihari ke 13. Aku memberanikan diri untuk TestPack. Belum apa-apa udah mules duluan. Maleeesss takuuuut campur aduk deh. Tapi pengen tau bangeeeet. Huffffft voilaaaaaaa sip deh. SATU GARIS. Hiks nangis deh langsung. Mewek-mewek kayak di sinetron. Lemes. Gak pengen ngapa-ngapain. Kecewa dan galau. Gagal untuk kesekian kali. Dan keesokan harinya taraaaaaaa......mens. huffft ibu adalah orang pertama yg kuberitahu. Diomelin?? Jelaaaaaassss. "Makanya jangan banyak kegiatan...banyak gerak...banyak kerjaan...kayak bgitu jadinya...kamu kalo disuruh diem susah banget...bla...blaa...blaaa...."
Telfon aku matikan lalu mewek lagi. Kali ini lebih kenceng. Kenapa jadi aku yang salah?? Kan Allah yang belum kasih rejeki itu buat kita...kok bisa aku yang salah??? Gimana ceritanya?
Hmmmmm lama aku merenung. Ibuku mungkin kecewa karena kepinginan utk punya cucu terpending lagi. Mungkim emang bener aku harus mengurangi kegiatanku yang gila banget.
Sabar. Itu kuncinya. Sambil belajar. Banyak baca. Allah memberi kami waktu untuk belajar lebih banyak. Lebih siap. Lebih tau. Untuk menjadi orang tua yang baik bahi anak2 kami nanti. Bismillah ayooo sayaaaaang semangaaaat.
Trimakasih Ya Rabb. Disaat KAU memberiku ujian seperti ini hikmahnya adalah...jadi tau bahwa suamiku hebat. Dia gak menunjukkan kecewanya didepanku...itu sangat membantuku. Aku bangga padamu sayang. Mmmmuaaaah
Lalu hikmah berikutnya adalah mama mertuaku itu super sabar dan selalu support. Makasih buat ibuku tercinta...jadi tau bahwa untuk jadi ibu itu bukan hal mudah. Love you mom
Pokoknya Arina harus semangaaaaaaat
Buat para wanita yang sedang menantikan buah hati ditengah2 kehidupan pernikahannya saya ucapkan semangaaaat dan jangan menyerah. Bagi yang sudah punya buah hati, teruslh belajar utk menjadi orang tua terbaik...hingga mampu menelurkan buah hati yang sholeh dan sholihah. Amal jariyah yang do'a nya bisa menolong kita dari siksa kubur dan menjauhkan kita dari api neraka. Subhanallah